RESUME
PENENTUAN UMUR BUMI
Umur bumi dapat
diestimasi berdasarkan materi radioaktif yang ditemukan. Salah satu peluruhan
yang menjadi patokan dalam menentukan umur bumi adalah proses peluruhan
uranium-timbal. Dengan mengetahui konstanta peluruhan dan berapa jumlah
uranium dan timbal yang ada saat ini maka lama proses peluruhan uranium menjadi
timbal dapat diperoleh. Waktu peluruhan dari unsur radioaktif ini
dapat dijadikan sebagai acuan yang menggambarkan umur bumi.
Mineral batuan secara
alamiah mengandung unsur-unsur radioaktif yang terus mengalami proses
peluruhan.Dengan mengetahui berapa jumlah unsur radioaktif yang meluruh
dan konstanta peluruhannya, maka pentarikhan umur suatu mineral dapat
dimungkinkan untuk dilakukan. Salah satu unsur radioaktif di bumi
yang mengalami peluruhan adalah uranium dengan produk akhirnya adalah timbal. Pada
awal terbentuknya bumi, dapat dianggap bahwa unsur-unsur
radioaktif tersebut belum mengalami peluruhan. Dari beberapa peluruhan
radioaktif yang ada di bumi, peluruhan uranium-timbala dalah peluruhan yang memiliki
waktu paruh yang paling besar. Dengan anggapan bahwa dari awal
terbentuknya bumi hingga saat ini uranium mengalami proses peluruhan,
maka dengan mengetahui jumlah uranium saat ini dan jumlah hasil
peluruhannya yaitu timbal,maka lama proses peluruhan tersebut dapat dianggap
menggambarkan berapa umur bumi saat ini.
Hingga saat ini para
akhli ilmu kebumian belum mendapatkan cara yang tepat untuk menentukan umur
Bumi secara pasti hanya dengan batuan yang ada di Bumi mengingat batuan tertua
yang ada di Bumi telah terdaur ulang dan hancur oleh proses tektonik lempeng
serta belum pernah ditemukan batuan-batuan yang terjadi saat pembentukan planet
Bumi. Meskipun demikian para akhli sudah mampu menentukan kemungkinan umur dari
Sistem Tata Surya dan menghitung umur Bumi dengan mengasumsikan bahwa Bumi dan
benda-benda padat yang ada di dalam Sistem Tata Surya terbentuk pada saat yang
bersamaan dan sudah pasti memiliki umur yang sama pula.
Umur dari batuan-batuan
yang ada di Bumi dan di Bulan serta Meteorit dapat dihitung dengan pemanfaatkan
unsur-unsur isotop radioaktif yang terjadi secara alamiah di dalam batuan dan
mineral, terutama yang mempunyai kisaran waktu paruh diatas 700 juta tahun atau
lebih dari 100 milyar tahun untuk menjadi unsur-unsur isotop yang stabil.
Teknik pelarikan ini dikenal dengan “penanggalan radioaktif’ yang dipakai untuk
menghitung umur batuan saat batuan tersebut terbentuk.
Batuan tertua yang
berumur 3.5 milyar tahun dijumpai tersebar hampir disemua benua yang ada di
Bumi. Batuan tertua tersebut antara lain dijumpai di Acasta Gneisses di bagian
Barat laut Canada dekat Great Slave Lake berumur 4.03 milyar tahun dan di
Greenland bagian barat pada batuan Isua Supracrustal, berumur 3.4-3.5 milyar
tahun. Hasil kajian dari penentuan umur batuan yang mendekati batuan tertua
juga dijumpai di Minnesota River Valley dan Michigan bagian utara, berumur
3.5-3.7 milyar tahun, di Swaziland, berumur 3.4-3.5 milyar tahun dan di
Australia Barat berumur 3.4-3.6 milyar tahun. Batuan batuan tersebut diatas
telah diuji beberapa kali melalui metoda penanggalan radiometrik dan ternyata
hasilnya tetap/konsisten. Hal ini memberi kepercayaan kepada para akhli bahwa
penentuan umur yang dilakukan diyakini kebenarannya. Hal yang sangat menarik
dari penentuan umur pada batuan batuan tertua diatas adalah bahwa batuan-batuan
tersebut tidak berasal dari batuan kerak bumi akan tetapi berasal dari aliran
lava dan batuan sedimen yang diendapkan di lingkungan air dangkal, dan dari
genesa batuan-batuan tersebut mengindikasikan bahwa sejarah bumi sudah berjalan
sebelum batuan tersebut terbentuk atau diendapkan.
Di Australia Barat,
berdasarkan penanggalan radioaktif terhadap satu kristal zircon yang dijumpai
dalam batuan sedimen yang umurnya lebih muda telah menghasilkan umur 4.3 milyar
tahun yang menjadikan kristal ini sebagai material yang paling tua yang pernah
ditemukan dimuka bumi. Batuan induk dari kristal zircon ini hingga saat ini
belum ditemukan. Berdasarkan hasil penentuan umur dari batuan-batuan tertua dan
kristal tertua menunjukkan bahwa Bumi paling tidak berumur 4.3 milyar tahun,
namun demikian penentuan umur terhadap batuan-batuan yang ada di Bumi belum
dapat untuk memastikan umur dari Bumi. Penentuan umur Bumi yang paling baik adalah
yang didasarkan atas ratio unsur Pb dalam Troilite pada batuan Iron Meteorit
yang diambil dari Canyon Diablo Meteorite menunjukkan umur 4.54 milyar tahun.
Sebagai tambahan, baru-baru ini telah dilaporkan bahwa hasil penanggalan
radioaktif U-Pb terhadap butiran-butiran mineral zircon yang berasal dari
batuan sedimen yang ada di Australia Barat bagian tengah diperoleh umur 4.4
milyar tahun.
Hasil penanggalan
radiometrik batuan-batuan yang berasal dari bulan diperoleh umur 4.4 dan 4.5
milyar tahun dan umur ini merupakan umur minimal dari pembentukan planet yang
terdekat dengan Bumi. Ribuan fragmen meteorit yang jatuh ke Bumi juga telah
dikumpulkan dan menjadi batuan yang terbaik untuk penentuan umur dari
pembentukan Sistem Tata Surya. Lebih dari 70 meteorit dari berbagai jenis telah
ditentukan umurnya berdasarkan penanggalan radiometrik dan hasilnya menunjukkan
bahwa meteorit dan sistem tatasurya terbentuk 4.53 dan 4.58 milyar tahun yang
lalu. Penentuan umur bumi tidak saja datang dari penanggalan batuan saja akan
tetapi juga mempertimbangkan bahwa bumi dan meteorit sebagai bagian dari satu
sistem yang sama dimana komposisi isotop timah hitam (Pb), terutama Pb207 ke
Pb206 berubah sepanjang waktu sebagai hasil dari peluruhan Uranium-235 (U235)
dan Uranium-238 (U238).
Para akhli kebumian
sudah memakai pendekatan ini dalam menentukan waktu yang dibutuhkan oleh isotop
isotop didalam bijih timah hitam (Pb) tertua yang ada di Bumi, yang mana isotop
isotop tersebut jumlahnya hanya sedikit, untuk berubah dari komposisi asalnya,
sebagai hasil mengukuran dari uranium fase bebas pada besi meteorit (iron
meteorites), terhadap komposisinya pada saat bijih timah hitam tersebut
terpisah dari selaput sumbernya. Hasil perhitungan ini dalam umur Bumi dan
Meteorit serta Sistem Tata Surya adalah 4.54 milyar tahun dengan tingkat
kesalahan kurang dari 1 persen. Untuk ketelitian, umur ini mewakili saat saat
terakhir dimana isotop Timah Hitam adalah homogen selama Sistem Tata Surya
bagian dalam dan saat dimana Timah Hitam dan Uranium menyatu menjadi padat dari
Sistem Tata Surya.
Umur 4.54 milyar tahun
yang diperoleh dari Sistem Tata Surya dan Bumi adalah konsisten terhadap hasil
perhitungan yang dilakukan sekarang untuk 11 sampai 13 milyar tahun umur Milky
Way Galaxy (berdasarkan tahapan evolusi dari bintang berkabut global / globular
cluster stars) dan umur 10 sampai 15 milyar tahun untuk umur Universal
(berdasarkan atas penurunan dari jarak galaxy).
Cara Penentuan Umur Bumi:
·
Observasi (Pengamatan)
Untuk menentukan umur
bumi, dapat dilakukan berdasarkan observasi (pengamatan) terhadap kejadian alam
yang ada di muka bumi. Jika diamati bahwa beberapa peristiwa geologis terjadi
pada masa tertentu, maka bisa diasumsikan dengan mempergunakan data ini,
kejadian yang sama telah terjadi dalam kurun waktu yang sama di masa lalu.
·
Tes Radiometrik
Test ini ditemukan awal
abad 20 dan menjadi sangat populer. Teknik tes Radiometrik terletak pada
prinsip bahwa “atom tidak stabil” di material radioaktif akan berubah menjadi
“atom stabil” dalam satu interval waktu tertentu. Kenyataan bahwa perubahan ini
terjadi dengan jumlah yang sudah dipastikan dan juga dalam periode waktu yang
tertentu, membuat timbulnya gagasan untuk mempergunakan data ini sebagai
penentu dari umur fosil dan umur bumi.
·
Tes Uranium
Test Uranium adalah
yang pertama kali digunakan, tetapi kemudian tidak dipakai lagi. Prinsip dari
test ini adalah perubahan uranium menjadi timah. Uranium berubah menjadi atom
thorium saat memancarkan radiasinya. Thorium adalah sebuah elemen radioaktif, berubah
menjadi protactinium setelah beberapa waktu tertentu. Setelah tiga belas
perubahan tambahan, uranium pada akhirnya berubah menjadi timah yang merupakan
elemen stabil.
Waktu yang dibutuhkan oleh elemen
radioaktif untuk berubah dari setengah masanya menjadi elemen yang lain,
disebut setengah-umur dari elemen ini. Setengah-umur dari uranium-238 adalah
4,5 miliar tahun. Artinya 100 gram uranium yang kita miliki hari ini, akan
menjadi 50 gram uranium-238 dan 50 gram timah-206 setelah 4,5 miliar tahun kemudian.
Dan setelah 4,5 miliar tahun berikutnya, ada tersisa seperempat dari jumlah
uranium yang kita miliki mula-mula. Reaksi ini akan berlanjut sampai uranium
itu habis.
·
Teori menghitung
Kadar Garam
Diasumsikan bahwa saat
Bumi berumur nol, kadar garam dari Laut dan Sungai adalah sama, yaitu sama-sama
air tawar.Lalu diukur, dalam waktu tertentu, jumlah garam yang dibawa oleh
sungai ke laut. Pengukuran dilakukan bisa dengan mengambil beberapa sample dari
hulu, badan, dan hilir sungai, untuk melihat berapa banyak penambahan mineral
garam dari lingkungan (tanah/pasir) yang dilewati. Setelah mengetahui berapa
banyak garam yang dibawa oleh sungai, kemudian hitung berapa banyak garam yang
dikandung oleh laut saat ini.
Dari dua data tersebut, bisa dihitung perkiraan usia Bumi.
Dari dua data tersebut, bisa dihitung perkiraan usia Bumi.
Teori
Evolusi
Spoiler for Teori
Evolusi:
Apa alasan para evolusionis begitu
memaksakan hal ini? Mengapa teori ini mencoba menaikkan umur bumi dari semenjak
pertama teori evolusi dicetuskan?
Alasannya adalah : proses evolusi
memerlukan waktu yang sangat lama untuk bisa terjadi. Klaim bahwa semua makhluk
ada karena perkembangan secara bertahap dari satu sel makhluk hidup, tentu saja
akan gagal dan tidak berarti apa-apa jika umur bumi masih muda – hanya beberapa
ribu tahun lalu. Tetapi jika bisa dibuktikan bahwa umur bumi adalah beberapa
miliar tahun, maka waktu yang diperlukan untuk terjadinya proses evolusi bisa
dipenuhi menurut teori ini.
Stephen W.
Hawking
Spoiler for Stephen
W. Hawking:
Jadi latar belakang klaim bahwa umur
bumi adalah 4,5 miliar tahun, semata-mata didasarkan pada keperluan teori
evolusi. Dengan alasan yang sama, umur alam semesta diakui relatif lebih tua
sesuai penetepan dari umur bumi sebelumnya. Stephen W. Hawking, seorang
fisikawan moderen yang terkenal, tidak ragu-ragu untuk mengakui tujuan
sebenarnya dari pemikiran para evolusionis. Hawking menjawab pertanyaan,
“Mengapa Bing Bang terjadi sepuluh miliar tahun lalu?” dengan sebuah jawaban,
“Waktu selama itu (miliaran tahun) diperlukan untuk proses evolusi supaya bisa
menghasilkan sebuah makhluk yang cerdas.”
Kalau begitu, apakah yang
benar-benar dibutuhkan oleh teori evolusi? Apakah bumi memang setua yang di
klaim oleh para evolusionis?
Pada penjelasan berikut, kita akan
melihat jawaban terhadap pertanyaan ini. Tetapi hal pertama yang harus
dilakukan adalah mempertanyakan keabsahan metoda yang digunakan oleh para
evolusionis untuk membuktikan umur bumi dan fosil dari organisme makhluk hidup.
Kemudian kita akan melihat metoda yang lain dalam menentukan umur, yang tidak
diterima bahkan diabaikan oleh para evolusionis, hanya karena bisa membuktikan
umur yang lebih muda.
REFERENSI
http://karl17.wordpress.com/2010/06/23/metoda-%E2%80%9Cpenentuan-umur%E2%80%9D-dan-umur-bumi-yang-sebenarnya-david-j-stewart/, Diakses pada tanggal
4 November 2012
http://www.jelajahunik.us/2010/08/cara-menghitung-umur-bumi.html, Diakses pada tanggal
4 November 2012